Mencintaimu Dalam Diam
Entah kenapa semenjak hari itu hati ini hanya terpaku oleh adaya dirimu. Tepat dibalik pintu itu kau datang layaknya hujan,meski sekilas namun membekas. Bagiku melihatmu seperti hal yang tidak biasa dan yang tidak kumampu. Aku hanya bisa diam dan menggambarmu dikedalaman mata ini. Terlebih untuk menyapamu saja aku masih tak berdaya. Sebab aku sadar, aku ini siapa dan kau itu siapa. Bak langit dan bumi,semuanya sangatlah berlawanan. Meskipun aku sadar bahwa sebenarnya yang namanya jodoh itu pasti saling bertolak belakang dengan apa adanya diri kita. Cukuplah aku disini mengagumimu dengan rasa kagum yang sewajarnya. Karna aku tahu, hatimu itu bukanlah untuk aku. Tersenyumlah selalu di sepanjang harimu, meskipun senyum itu bukanlah untukku, tapi aku masih tetap bersyukur karna disetiap harinya aku masih bisa melihat senyum itu.
Gerak bola mata ini menuliskan namamu, ada kerinduan di setiap gerakannya. Telah penuh namamu dan rasaku, selalu tergambar di wajahku yang masih malu. Tak mengenal aku yang dari dulu menyukaimu. Ada rasa dihatiku, tapi aku tahu hal itu tak akan mampu membuat kita bersatu. Dalam hati ini aku berkata, mengapa sampai saat ini aku bertahan dengan semua ini, Tapi ku yakini satu hal bahwa karenamu, langit cerah benar - benar cerah, terlukis senyummu yang memuai oleh cahaya. Menebar aroma wangi keseluruh penjuru.
Hanya dari mulutmu sendiri aku tahu keseharianmu,apa kabarnya kamu hari ini, ataupun apa yang telah kamu miliki saat ini. Ada celah sebenarnya untukku. Namun aku, sekali lagi tidak bisa berdaya oleh sebuah kata persahabatan, dan lagi- lagi ini adalah karena persahabatan. Persahabatan menjadi sebuah dinding yang tak mampu untuk mengungkapkan sebuah rasa.
Perubahan pada sikapku muncul dengan sendirinya, bukan kamu yang membuatku berubah, akan tetapi aku sendirilah yang membuat diriku berubah seperti ini. Pertama, Aku canggung tuk dekat, ke-dua semakin bimbang tuk berkata, dan yang ke-tiga mulutku hanya bisa diam dan mengandalkan mataku untuk berbicara.
Sudah jatuh tertimpa tangga, mencintaimu sudah lebih dari sukar, apalagi harus berada di dekatmu. Namun aku tetap menikmatinya, di setiap kehadiranmu ada warna baru di hatiku. Tidak bisa aku utarakan, mengapa hal ini malah muncul kepadanya. Tidak ada yang salah dan tidak ada sedikit salah. Yang ada hanyalah ruang penerimaan dan keinginan telah sedikit terbuka. Sudah siap untuk diisi dan mengisi. Haruskah aku memulainya dari sekarang ???
Terima kasih untukmu karna telah menjadi inspirasi ku saat ini, besok, lusa, ataupun seterusnya.
Gerak bola mata ini menuliskan namamu, ada kerinduan di setiap gerakannya. Telah penuh namamu dan rasaku, selalu tergambar di wajahku yang masih malu. Tak mengenal aku yang dari dulu menyukaimu. Ada rasa dihatiku, tapi aku tahu hal itu tak akan mampu membuat kita bersatu. Dalam hati ini aku berkata, mengapa sampai saat ini aku bertahan dengan semua ini, Tapi ku yakini satu hal bahwa karenamu, langit cerah benar - benar cerah, terlukis senyummu yang memuai oleh cahaya. Menebar aroma wangi keseluruh penjuru.
Hanya dari mulutmu sendiri aku tahu keseharianmu,apa kabarnya kamu hari ini, ataupun apa yang telah kamu miliki saat ini. Ada celah sebenarnya untukku. Namun aku, sekali lagi tidak bisa berdaya oleh sebuah kata persahabatan, dan lagi- lagi ini adalah karena persahabatan. Persahabatan menjadi sebuah dinding yang tak mampu untuk mengungkapkan sebuah rasa.
Perubahan pada sikapku muncul dengan sendirinya, bukan kamu yang membuatku berubah, akan tetapi aku sendirilah yang membuat diriku berubah seperti ini. Pertama, Aku canggung tuk dekat, ke-dua semakin bimbang tuk berkata, dan yang ke-tiga mulutku hanya bisa diam dan mengandalkan mataku untuk berbicara.
Sudah jatuh tertimpa tangga, mencintaimu sudah lebih dari sukar, apalagi harus berada di dekatmu. Namun aku tetap menikmatinya, di setiap kehadiranmu ada warna baru di hatiku. Tidak bisa aku utarakan, mengapa hal ini malah muncul kepadanya. Tidak ada yang salah dan tidak ada sedikit salah. Yang ada hanyalah ruang penerimaan dan keinginan telah sedikit terbuka. Sudah siap untuk diisi dan mengisi. Haruskah aku memulainya dari sekarang ???
Terima kasih untukmu karna telah menjadi inspirasi ku saat ini, besok, lusa, ataupun seterusnya.
Jatuh cinta, kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Kita juga tidak bisa memilih kepada siapa kita harus jatuh cinta. Bisa saja cinta hadir karna terbiasa. Terbiasa karna selalu bersamanya.
BalasHapusKadang, dengan melihat nya bahagiapun kita akan menjadi bahagia juga. Meski itu bukan untuk kita. Itu lah yang dapat dimaksud dengan jatuh cinta namun hanya bisa mengagumi dari jauh . 😊
Betul sekali,mungkin itulah namanya mengikhlaskan yang memang bukan untuk kita, Bisa jadi rencana Allah lebih baik daripada apayang kita inginkan saat ini. Apa yang kita inginkan belum tentu baik tuk dirikita bisa jadi malah banyak mudharatnya , akan tetapi jika Allah sudah menuliskan jalannya itu sudah pasti baik tuk dirikita .
BalasHapus